IHSG Konsolidasi, Simak Rekomendasi Saham Pekan Ini JAKARTA, KOMPAS.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergera
IHSG Konsolidasi, Simak Rekomendasi Saham Pekan Ini
JAKARTA, KOMPAS.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan 21 hingga 25 September 2026.
Tekanan jual yang masih dominan dan arus dana asing yang keluar menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menentukan strategitrading saham.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari dalam analisisnya, Senin (21/9/2026), mengatakan pergerakanIHSGmasih menghadapi tekanan dari sentimen global dan domestik.
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAIlustrasi IHSG
Kendati demikian, indeks masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 60 hari (MA60), sehingga koreksi yang terjadi masih dapat dibaca sebagai pullback dalam tren menengah.
Berdasarkan data perdagangan sepanjang 14 sampai 18 September 2026, IHSG terkoreksi 1,53 persen ke level 6.441,16 dari 6.541,38 pada pekan sebelumnya.
Pelemahan tersebut turut menggerus kapitalisasi pasar BEI sebesar 1,58 persen menjadi Rp 11.266 triliun dari Rp 11.446 triliun.
Tekanan pasar juga terlihat dari arus dana asing. Investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp 2,9 triliun sepanjang pekan tersebut, termasuk net sell Rp 1,79 triliun pada perdagangan Jumat (18/9/2026).
Secara kumulatif sepanjang 2026, net sell asing mencapai Rp 74,36 triliun.
Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG melemah 0,33 persen setelah sempat menguat dan menguji level 6.521.
Penurunan terjadi di hampir seluruh sektor, dengan pelemahan terbesar pada sektor industrial sebesar 1,64 persen, property 1,44 persen, dan healthcare 1,12 persen.
Sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang menguat pada hari tersebut, dengan kenaikan 0,27 persen.
MAGNIFIC/FREEPIKIlustrasi saham, pasar saham.
Brigita menjelaskan, pergerakan pasar global pada pekan terakhir diwarnai pengetatan moneter secara serentak dan meningkatnya risiko carry trade unwind.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) menaikkansuku bungasebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75 hingga 4,00 persen. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan pertama sejak 2023.
The Fed juga masih memproyeksikan satu kali kenaikan tambahan hingga akhir tahun, yang akan membawa suku bunga ke kisaran 4,00 sampai 4,25 persen.
Selain itu, Bank of Japan (BoJ) turut menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam sekitar tiga dekade.
Sementara itu, imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 5,04 persen.
“Menyempitnya spread suku bunga AS-Jepang mengurangi daya tarik Yen sebagai funding currency, sehingga risiko carry trade unwind dan selective outflow dari emerging markets meningkat,” jelas Brigita.
Carry trade merupakan strategi investasi yang memanfaatkan perbedaan suku bunga antarnegara. Dalam kondisi tertentu, investor meminjam dana dengan suku bunga rendah untuk berinvestasi pada aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Baca Juga
- IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun – cnbcindonesia.com
- Kopdes Merah Putih, Wanti-wanti Kegagalan KUD Orde Baru – Sektor Riil – Bloomberg Technoz
Sumber asli: “IHSG OR “bursa efek” Indonesia” – Google Berita