Simpanan di Bawah Rp100 Juta Tumbuh Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan simpanan di bawah Rp100 juta, yang didominasi rekening peroranga
Simpanan di Bawah Rp100 Juta Tumbuh
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan simpanan di bawah Rp100 juta, yang didominasi rekening perorangan, tumbuh 5,16 persen secara tahunan (year on year) hingga Juni 2026.
“Kalau secara agregat tadi sudah kami sampaikan bahwa yang di bawah Rp100 juta itu tumbuh 5,16 persen. Itu tahunan,” ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8).
Menurut Anggito, data LPS tidak menunjukkan penurunan simpanan secara agregat. Pertumbuhan juga tercatat pada kelompok rekening dengan saldo lebih kecil.
Rekening Bersaldo Kecil Juga Meningkat
Simpanan dengan saldo di bawah Rp5 juta meningkat 7,36 persen secara tahunan. Sementara itu, rekening dengan saldo Rp5 juta hingga Rp10 juta tumbuh 10,01 persen.
“Tidak usah ke belakang terlalu jauh. Yang di bawah Rp5 juta itu juga tumbuh 7,36 persen dan itu terus di semua segmen meningkat,” ujarnya.
Anggito mengatakan LPS memantau perkembangan simpanan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pemantauan menggunakan data seluruh rekening perbankan yang dijamin LPS.
Perbedaan Data Mandiri Saving Index
Anggito menilai data LPS lebih mencerminkan kondisi agregat simpanan masyarakat dibandingkan kesimpulan bahwa masyarakat ramai-ramai menghabiskan tabungan.
Ia juga merespons Mandiri Saving Index yang menunjukkan kontraksi tabungan masyarakat. Menurut Anggito, indeks tersebut memakai basis perhitungan berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan data LPS.
“Saya sudah memperoleh juga kajian dari Mandiri Saving Index itu. Kalau tadi saya lihat menggunakan basis Januari 2022.”
Kesimpulannya, LPS menyatakan belum melihat fenomena masyarakat menggerus tabungan secara agregat. Data hingga Juni 2026 justru memperlihatkan pertumbuhan simpanan pada seluruh segmen yang disebutkan.
Baca Juga
Sumber asli: CNN Indonesia | Berita Terkini Ekonomi