Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BPBUMN) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat menjadi instrumen penting pemerintah untuk
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BPBUMN) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat menjadi instrumen penting pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kedua program tersebut diarahkan untuk menjawab dua persoalan mendasar yang saling berkaitan, yaitu kecukupan gizi anak dan pemerataan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Upaya ini dinilai mendesak karena masalah stunting masih menjadi tantangan, sementara kualitas kesehatan dan pendidikan anak akan menentukan daya saing ekonomi Indonesia pada masa depan.
Gizi dan Pendidikan sebagai Fondasi SDM
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan kecukupan gizi serta pemerataan pendidikan merupakan kunci dalam membentuk generasi unggul. Pernyataan tersebut disampaikan di Padang Pariaman, Sumbar, Selasa (27/10/2026), ketika pemerintah menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
“Kecukupan gizi dan pemerataan pendidikan menjadi kunci menciptakan generasi unggul. Program MBG dan Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup anak-anak serta mencegah stunting sejak dini,” kata Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Padang Pariaman, Sumbar, Selasa (27/10/2026).
Menurut Dony, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berpendidikan tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan individu, melainkan juga kapasitas ekonomi nasional. Anak-anak yang memperoleh asupan pangan bergizi dan kesempatan belajar yang layak memiliki ruang lebih besar untuk berkembang, meningkatkan kemampuan intelektual, serta berpartisipasi secara produktif di masa depan.
MBG Ditujukan Memutus Risiko Kekurangan Gizi
Urgensi program MBG terlihat dari angka stunting yang masih berada pada kisaran 19 persen di Indonesia. Di Sumatera, angkanya diperkirakan lebih tinggi, yakni 22 hingga 24 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi yang konsisten, terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Stunting tidak semata-mata berkaitan dengan tinggi badan anak. Kekurangan gizi dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kemampuan intelektual, sehingga berpotensi membawa dampak jangka panjang terhadap kualitas tenaga kerja. Karena itu, MBG diposisikan sebagai langkah untuk membantu memastikan anak-anak memperoleh asupan yang memadai dalam masa pertumbuhan mereka.
“Program MBG memiliki dasar pemikiran untuk memutus persoalan kekurangan gizi yang dapat memengaruhi masa depan anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus diperbaiki agar tujuan program dapat tercapai,” ujarnya.
Dony menekankan bahwa evaluasi pelaksanaan tetap diperlukan karena MBG masih tergolong baru dan membutuhkan penyempurnaan secara berkelanjutan. Namun, evaluasi tersebut perlu dibedakan dari tujuan dasar program, yaitu membantu masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Sekolah Rakyat Memperluas Akses Kelompok Rentan
Selain pemenuhan gizi, pemerintah memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Program pendidikan gratis berbasis asrama atau boarding school ini tersedia dari tingkat SD hingga SMA. Sekolah Rakyat diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Program ini diperuntukkan bagi masyarakat pada kelompok desil 1 dan 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sasaran tersebut menegaskan fokus pemerintah untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak yang paling rentan tertinggal akibat kondisi ekonomi keluarga.
Melalui Sekolah Rakyat, peserta tidak hanya menerima layanan pendidikan, tetapi juga fasilitas tempat tinggal serta pemenuhan kebutuhan makan selama mengikuti kegiatan belajar. Dukungan tersebut penting karena hambatan pendidikan bagi keluarga kurang mampu sering kali tidak berhenti pada biaya sekolah, melainkan juga mencakup biaya hidup dan kebutuhan harian anak.
Dampak Jangka Panjang bagi Ekonomi
Kombinasi MBG dan Sekolah Rakyat memperlihatkan pendekatan pemerintah yang menghubungkan perlindungan sosial dengan pembangunan ekonomi jangka panjang. Perbaikan gizi dapat mendukung kesiapan belajar anak, sedangkan akses pendidikan yang lebih setara dapat memperluas peluang mobilitas sosial bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Ke depan, keberhasilan kedua program akan bergantung pada pelaksanaan yang terus dievaluasi dan disempurnakan tanpa mengabaikan tujuan awalnya. Jika pemenuhan gizi dan pendidikan dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, program MBG dan Sekolah Rakyat berpotensi memperkuat kualitas hidup anak-anak sekaligus membangun basis sumber daya manusia yang lebih sehat, terdidik, dan produktif bagi Indonesia.
Baca Juga
- BUMN Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Distribusi Subsidi
- Kementerian UMKM Perluas Peran UMKM dalam MBG
Sumber asli: “”Makan Bergizi Gratis” Indonesia” – Google Berita